Laman

Senin, 05 Agustus 2013

KONSEP DASAR EVALUASI HASIL BELAJAR



Pengertian Evaluasi
Evaluasi menurut Arikunto (2000) adalah suatu kegiatan pengumpulan data secara sistematis yang dimaksudkan untuk membantu para  pengambil keputusan  dalam usaha menjawab pertanyaan  atau permasalahan yang ada. Sedangkan menurut Zainul dan Nasution (2001) menyatakan bahwa evaluasi dapat dinyatakan sebagai suatu proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar, baik yang menggunakan instrumen tes maupun non tes.

TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN

TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK

Pembentukan Pengetahuan Menurut Model Konstruktivistik
Pembentukan pengetahuan menurut model konstruktivisme memandang subyek aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. Dengan bantuan struktur kognitifnya ini, subyek menyusun pengertian realitasnya. Interaksi kognitif akan terjadi sejauh realitas tersebut disusun melalui struktur kognitif yang diciptakan oleh subyek itu sendiri. Struktur kognitif senantiasa harus diubah dan disesuaikan berdasarkan tuntutan lingkungan dan organisme yang sedang berubah. Proses penyesuaian diri terjadi secara terus menerus melalui proses rekonstruksi (Piaget,1988:60).

PEMBELAJARAN MODEL PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)



1.      Pengertian PAIKEM

PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Selanjutnya, PAIKEM dapat didefinisikan sebagai: pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan bersama metode tertentu dan berbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari peserta didik dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima ceramah guru tentang pengetahuan. Jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Selain itu, PAIKEM juga memungkinkan siwa melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan sikap, pemahaman, dan keterampilannya sendiri dalam arti tidak semata-mata “disuapi” guru. Di antara metode-metode mengajar yang amat mungkin digunakan untuk mengimple- mentasikan PAIKEM, ialah:

SUPERVISI PENDIDIKAN



SUPERVISI PENDIDIKAN
1.      Pengertian Supervisi
Secara terminologi supervisi berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan vision. Super berarti diatas dan vision berarti melihat, masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan-orang yang berposisi diatas, pimpinan terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih umum, manusiawi. Kegiatan supervise bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya (bukan semata-mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki.

Contoh Spesies Cacing Unik

Contoh Spesies Cacing Unik


1.      Spesies cacing baru yang ditemukan di kedalaman laut memiliki keunikan karena tubuhnya bisa menampakkan cahaya. Ilmuwan mengatakan, cacing langka itu bisa mengeluarkan "bom alami" dari pancaran cahaya dalam tubuhnya. Karena kemampuannya yang unik itu cacing itu mendapatkan nama ilmiah Swima  bombiviridis. Cacing  istimewa yang  mengeluarkan cahaya warna-warni pada kedalaman laut lebih dari 3.500 meter. Bukan hanya tubuh yang bercahaya, tetapi bagian tubuh yang dilepaskannya pun hijau kemilau. Cacing berukuran 3/4 hingga 4 inci itu melepaskan bagian tubuhnya yang berwarna satu atau dua kali. Diameter bagian tubuh yang terlepas atau ”bom” itu antara 1-2 milimeter. Para peneliti

Kelainan kromosom SINDROM DOWN



 SINDROM DOWN


Dalam siklus sel mitotik terjadi interfase dan fase mitotik. Dalam interfase terdapat tahapan G1, S, dan G2. Pada tahapan ini, terjadi penggandaan DNA dan sintesis organel. Tahapan ini memakan waktu 90% dari total waktu siklus sel. Fase mitotik (mitosis) terbagi atas lima subfase yaitu profase (benang kromatin memadat menjadi kromosom), prometafase (selubung nukleus terfragmentasi, mikrotubulus menempel di kinetokor), metafase (kromosom berderet di bidang ekuator), anafase (kromosom tertarik ke kutub yang berlawanan), dan telofase (nukleus terbentuk kembali, terjadi sitokinesis). Menghasilkan dua sel anakan dengan kromosom diploid (2n). Dalam siklus sel meiosis, terjadi dua tahapan pembelahan, yaitu meiosis I yang sebelumnya melewati fase interfase dan meiosis II (tanpa interfase). Dalam meiosis dapat terjadi crossing over, yaitu petukaran gen antar kromosom homolog. Siklus hampir sama dengan mitosis, tetapi dalam meiosis menghasilkan 4 sel anakan dengan kromosom haploid (n). (Campbell et al, 2002).

Karakteristik dan Klasifikasi tumbuhan paku (Pteridophyta)



DIVISI PTERIDOPHYTA
(Tumbuhan Paku)
1.      Karakteristik tumbuhan paku
·           Semua anggotanya sudah jelas memiliki kormus, artinya tubuhnya dengan nyata dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya yaitu akar, batang dan daun.
·           Tumbuhan paku belum menghasilkan biji.
·           Alat perkembangbiakan tumbuhan paku yang utam adalah spora.
·           Tumbuhan paku dapat hidup secara terestrial (paku tanah), ada paku epifit, dan ada paku air.
·           Tumbuhan paku menyu yang melekat pada substratnyakai tempat-tempat yang teduh dengan derajat kelembapan yang tinggi